Ketua Umum Persaudaraan Setia Hati Terate Sejak 1922 Sampai 2021

 

Ketua Umum PSHT Sejak 1922 Sampai 2021 PSHT Ranting Toroh Cabang Grobogan Ilmu Setia Hati

Ketua Umum Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) mengalami banyak perubahan baik secara istilah maupun struktur dari sejak berdirinya PSHT (dahulu bernama PSC) sampai sekarang ini (tahun 2021). Persaudaraan Setia Hati Terate sejak tahun sejak 1922 sampai sekarang sudah beberapa kali mengalami pergantian kepemimpinan dan saat ini dipimpin oleh Kangmas Muhammad Taufiq untuk periode 2016-2021. Berikut ini akan kami jabarkan daftar ketua umum yang pernah memimpin roda organisasi PSHT sejak tahun 1922 sampai sekarang ini secara ringkas.


1922 Ki Hadjar Hardjo Oetomo merintis SH Muda atau PSC (Pemuda Sport Club) sebahai wadah perjuangan para pemuda untuk bergerilya meraih kemerdekaan.


Tahun 1940an Ki Hadjar Hardjo Oetomo mulai jatuh sakit sehingga mulai tahun 1941 – 1943 Soemo Sodarjo anak angkat bungsu Ki Hadjar Hardjo Oetomo ditunjuk sebagai Hofd Leader atau Ketua Pelatih SH Muda dan Ki Hadjar Harjo Oetomo tetap sebagai Dewan Kerohanian SH Pemuda Sport Club.


Kemudian Hassan Soewarno seorang pendekar andalah SH Pemuda Sport Club saat itu ditunjuk sebagai Hofd Leader pada 1943 – 1945.


Tahun 1945 – 1951 Hardjo Mardjoet anak angkat kedua Ki Hadjar Hardjo Oetomo ditunjuk sebagai Hofd Leader terakir SH Pemuda Sport Club sebelum berubah menjadi Organisasi.


25 Maret 1951 Murid murid Ki Hadjar Hardjo Oetomo bermusyawarah di Kediaman Santoso Kartoatmodjo Jl. Dr. Soetomo 76, Madiun dan menghasilkan kesepakatan untuk terus melestarikan ajaran Ki Hadjar Hardjo Oetomo dan merubah SH Pemuda Sport Club yang sebelumnya berbentuk Paguron menjadi Organisasi Persaudaraan SH Terate, Santoso Kartoatmodjo ditunjuk sebagai Ketua Umum pertama PSHT 1951 – 1953.


12 April 1952 Ki Hadjar Hardjo Oetomo wafat dan jenazahnya dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Kelurahan Pilangbango, Madiun.


Ki Hadjar Hardjo Oetomo meninggalkan seorang istri, Ny. Inem dan dua orang anak yang diberi nama Harsono dan Harsini.


13 September 1953 kembali diadakan musyawarah di kediaman Soetomo Mangkoedjojo Jl. Diponegoro 45, Madiun .dan ditunjuklah Soetomo Mangkoedjojo menggantikan Santoso Kartoatmodjo sebagai Ketua Umum 1953 – 1956.


1956 – 1958 Irsad Hadi Widagdo memimpin SH Terate disaat inilah mulai disempurnakan jurus jurus SH Terate dan mulai diciptaknay 90 Senam dasar oleh Irsad Hadi Widagdo.


1958 – 1965 Posisi Pemimpin dikembalikan ke tangan Santoso Kartoatmodjo, dimasa inilah Marsh SH Terate yang diciptakan Adi Yasco mulai diperkenalkan.


1965 – 1966 Kondisi perpolitikan memanas paska G30S/PKI dan banyak tokoh besar SH Terate yang hilang, sehingga SH Terate untuk sementara vakum.


11 Agustus 1966 diadakan rapat pengurus pusat untuk menyelamatkan dan mengaktifkan kembali SH Terate paska G30S/PKI maka perlu diadakan refreshing pengurus pusat, ditunjuklah Soetomo Mangkoedjojo sebagai Ketua Umum PSHT 1966 – 1974.


Tahun 1974 Digelar Kongres I SH Terate menghasilkan keputusan Imam Koes Soepangat sebagai Ketua Umum dan Soetomo Mangkoedjojo sebagai Dewan Pusat SH Terate.


1977 Kembali digelar Kongres II SH Terate dan melahirkan keputusan Badini asal Magetan Sebagai Ketua Umum SH Terate dan Imam Koes Soepangat sebagai Dewan Pusat PSHT dan mulai dipercayanya Tarmadji Boedi Harsono sebagai Ketua I Pengurus Pusat SH Terate periode kepengurusan 1977 – 1981, pada periode inilah dimulainya perubahan uang mahar pengesahan yang awalnya berbentuk ketengan atau benggolan menjadi uang logam yang berlaku.


13 November 1981 Digelar Musyawaraah Besar (MUBES) III SH Terate dan ditunjuklah Tarmadji Boedi Harsono sebagai Ketua Umum dan Imam Koes Soepangat sebagai Dewan Pusat SH Terate, pada Mubes inilah mulai disusunlah materi baku SH Terate yaitu 36 Jurus dan 90 Senam Desar, dan mulai dibakukan Materi Jurus Toya kreasi Sipit Tri Susilo Haryono dan Senam Masal kreasi Imam Suyitno.


1985 SH Terate menggelar Mubes IV di Madiun dan Tarmadji Boedi Harsono kembali ditunjuk sebagai Ketua Umum dan Imam Koes Soepangat tetap sebagai Dewan Pusat SH terate, di tahun inilah dimulailah pembangungan Padepokan Agung di Jl. Merak Nambang Kidul, Madiun.


Mubes V SH Terate 1991 menghasilkan keputusan Tarmadji Boedi Harsono masih sebagai Ketua Umum dan Marwoto sebagai Dewan Pusat SH Terate.


Mubes VI SH Terate digelar 1 – 3 September 2000 dan menghasilkan kesepakatan Tarmadji Boedi Harsono masih dipercaya sebagai Ketua Umum dan Marwoto sebagai Dewan Pusat PSHT.


SH Terate mangadakan Rakernas pada 16 – 17 Oktober 2009 sebagai bentuk tindak lanjut terbitnya SK Adart 2008 yang menghasilkan kesepakatan Tarmadji Boedi Harsono tetap sebagai Ketua Umum sekaligus sebagai Ketua Dewan Pusat SH Terate, untuk melengkapi keterbatasan Dewan Pusat maka dibentuklah Dewan Pendekar yang beranggotakan sembilan Tokoh PSHT, diperiode inilah Muhammad Taufiq mulai dipercaya sebagai Ketua IV Pengurus Pusat PSHT.


10 April 2014 Tarmadji Boedi Haesono mengeluarkan SK Reorganisasi Pengurus Pusat SH Terate dan menunjuk Richard Simorangkir asal Sleman Yogyakarta sebagai Ketua Pusat SH Terate dan Tarmadji Boedi Harsono sebagai Dewan Pusat.


2014 Richard Simorangkir wafat dikediaman beliau di Sleman, digantikan oleh Ketua I Pengurus Pusat SH Terate Arief Soeryono, beliau ditunjuk sebagai PLT Ketua Pusat SH Terate hingga dipersiapkanya proses Parapatan Luhur selanjutnya.


11 – 12 Maret 2016 digelarlah Parapatan Luhur yang mengeluarkan keputusan ditetapkan Muhammad Taufiq sebagai Ketua Umum dan R.B Wiyono sebagai Majelis Luhur untuk memimpin PSHT 5 tahun kedepan hingga parapatan luhur diadakan kembali tahun 2021.

Posting Komentar

0 Komentar